Baju Bayi Perempuan
Baju Bayi Lucu | Perlengkapan Bayi |Pakaian Bayi|Toko Baju Bayi
Pin BB : 2B3DFFC7
News

Kapan Bayi Pertama Kali Tersenyum?

12 Desember 2012

Kapan Bayi Pertama Kali Tersenyum

sumber gambar: stellabellablue.com

Ketika Bayi pertama kali melihat dunia, satu hal yang pasti ia lakukan adalah menangis. Menangis adalah bahasa alamiah bayi sebelum ia bisa berdialog dengan kata-kata. Menangis merupakan sinyal tentang apa yang dirasakan oleh bayi. Namun, pada usia tertentu, bayi Anda bisa melemparkan senyumannya yang menggemaskan. Anda tentu bertanya-tanya kapan bayi Anda pertama kali bisa tersenyum? Ada beberapa tahap seorang bayi bisa tersenyum, dan tiap senyuman bayi Anda mengandung makna. Baca tahapan usia bayi dan senyuman-senyuman yang diberikannya berikut ini untuk membantu Anda mengenali perbedaan senyum bayi Anda dari waktu ke waktu.

Usia 0-6 minggu

Usia 0 adalah usia pertama kali bayi Anda melihat dunia. Pada usia ini, menurut ahli psikologi, ternyata diketahui bahwa bayi telah mampu tersenyum untuk pertama kalinya. Luar biasa bukan? Senyum pertama bayi sejak ia dilahirkan disebabkan karena kobaran atau pacuan neuron-neuron dalam otaknya, namun tidak dipengaruhi oleh susasana hati yang baik. Di usia 0-6 minggu dari kelahirannya, bayi Anda bukan hanya bisa menangis saja namun ternyata juga bisa tersenyum. Sayangnya, senyum bayi berusia 0-6 minggu adalah senyum semu atau senyum palsu. Ia bukan tersenyum kepada Anda, bukan pula tersenyum kepada orang-orang yang berada di hadapannya. Ia belum mampu mengidentifikasi siapa orang yang tengah di dekatnya. Senyum yang diberikannya merupakan senyum yang dihasilkan dari aktivitas di bawah alam sadarnya. Aktivitas seperti itu disebut dengan aktivitas tidur aktif atau REM (Rapid Eye Movement). Di usia ini, bayi memang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidur. Dalam tidurnya, bayi melakukan serangkaian aktivitas seperti mimpi. Mimpi yang tengah ia rasakan itulah yang membuat bayi tersenyum. Anda yang memiliki bayi tentu pernah menyaksikan bayi Anda tiba-tiba tersenyum ketika matanya terpejam, nah senyum seperti itulah yang disebut dengan senyum semu atau senyum palsu.

Usia 6-8 minggu

Diusia 6-8 minggu setelah kelahiran bayi Anda, perlahan-lahan ia bisa memberikan senyum responsif. Senyum responsif merupakan senyuman yang diberikan bayi ketika bayi mencoba merespon hal-hal menyenangkan atau sesuatu yang membuat dia merasa nyaman. Apapun yang menciptakan rasa bahagia pada hati bayi Anda, maka bayi Anda akan meresponnya dengan senyuman. Adapun seyuman responsif bayi di usia 6-8 minggu ini seperti senyuman saat ia merasa nyaman ketika Anda timang dia dalam buaian, ketika Anda mendekap tubuh mungilnya, ketika Anda menidurkannya dengan nyanyian dari suara Anda. Perhatikanlah respon bayi Anda ketika Anda melakukan hal-hal tersebut, bayi Anda pasti akan menghadiahi Anda dengan senyumannya yang menggemaskan.

Usia 2-3 bulan

Bayi yang berusia 2-3 bulan setelah kelahirannya telah menunjukkan beberapa aktivitas aktif dan mampu merespon ketika Anda serta orang-orang yang berada di sekitarnya mencoba berinteraksi dengannya. Di usia ini, bayi akan memberikan senyuman yang lebih dikenal dengan senyuman sosial. Ia akan melempar senyuman ketika ia tengah dihadapkan pada sesuatu yang membuatnya tertarik. Misalnya, ketika Anda mengajak bayi Anda bercanda, menggelitik perutnya, atau mengelus-elus telapak kakinya, menunjukkan kepadanya benda-benda lucu, atau memain-mainkan tangannya. Ia akan membalas dengan senyuman yang lebih ramah ketimbang di usia 6-8 minggu yang lalu.

Usia 6 bulan

Beda lagi dengan senyuman yang diberikan bayi Anda ketika usianya telah menginjak 6 bulan. Di usianya yang semakin bertambah, ia berubah menjadi sosok yang lebih ramah dengan siapa saja yang berada di dekatnya. Bukan saja hanya kepada ibu atau ayah yang paling sering berada di dekatnya, namun juga kepada orang-orang yang baru dilihatnya. Coba bawa bayi Anda ke tempat-tempat umum yang banyak pengunjungnya, Anda akan melihat bayi Anda tersenyum berkali-kali. Mungkin senyuman yang diberikannya merupakan senyuman yang menandakan ia ingin menyapa siapa saja yang tengah dilihatnya.

Usia 9 bulan

Di usia bayi yang ke-9 bulan, bayi akan menunjukkan tanda-tanda tingkah laku yang berbeda dari sebelumnya. Kemampuan motoriknya semakin aktif seiring pertambahan usianya, namun ia justru menjadi pelit senyuman. Bayi berusia 9 bulan tidak lagi sering tersenyum seperti di usia-usia sebelumnya. Senyum yang diberikannya di tahapan usianya ini adalah senyum selektif. Mengapa disebut dengan senyum selektif? Karena bayi Anda sudah mulai mengenali apa-apa saja yang pernah dikenal sebelumnya. Ia akan memilih-milih dengan siapa saja ia harus tersenyum. Tidak jarang Anda melihat seorang bayi yang enggan membalas senyuman Anda sebagai orang yang baru dikenalnya. Bukannya tersenyum, bayi yang berhadapan dengan orang-orang yang belum pernah dikenal atau dilihatnya sebelumnya akan mengernyitkan kedua alisnya dan mengeluarkan mimik wajah cemberut. Kemampuannya dalam mengidentifikasi orang-orang disekelilingnya yang meningkat lah yang menjadi faktor bayi Anda irit dalam senyumnya.

Usia 12 bulan

Genap sudah satu tahun usia bayi Anda. Di usia 12 bulan atau satu tahun, bayi akan lebih mudah lagi mengidentifikasi siapa saja atau apa saja yang bisa membuatnya tertawa. Senyumnya akan merekah ketika bayi merasakan humor atau kegembiraan. Senyumannya disebut dengan senyuman humor. Ia bukan saja bisa tersenyum melainkan sudah bisa mengeluarkan tawa terpingkal-pingkal bila merasakan atau menyaksikan sesuatu yang lucu. Lihat saja reaksi anak berusia 12 bulan ketika menonton tayangan kartun di televisi atau menyaksikan atraksi sirkus yang memukau, ia akan tersenyum bahkan tertawa terpingkal-pingkal.

Dari tahapan-tahapan perkembangan usia bayi dan senyum-senyum yang diberikannya, Anda sudah bisa mengerti apa maksud atau arti dari senyum bayi Anda. Bayi yang rajin tersenyum menandakan bayi tersebut sehat. Tersenyum juga merupakan bagian gerak sistem motorik bayi Anda, yaitu termasuk gerak motorik halus. Untuk mengasah dan mestimulasi gerak-gerak motorik anak Anda agar semakin tumbuh aktif, ada beberapa tips yang bisa anda lakukan:

  • Ajak berbicara, mendendangkan lagu, dan sentuhan fisik

    Meskipun bayi belum bisa berdialog dengan kata-kata atau bahasa yang bisa dimengerti orang dewasa, namun bayi mampu membaca gerak bibir orang yang tengah mengajaknya berbicara. Ajak bayi Anda berbicara ketika ia bangun tidur, ketika akan menyusui atau ketika ia tengah tidak terlelap. Mendendangkan lagu juga merupakan cara menstimulasi gerak motoriknya sekaligus membantu bayi Anda mengenali suara Anda sebagai orang tuanya. Jangan lupa, sentuhan fisik di tubuh bayi harus lebih sering Anda lakukan. Misalnya, memberi kecupan, membelai rambut dan mengelus-elus punggungnya. Hal tersebut akan membantu bayi mengidentifikasi sentuhan dari tangan orang tuanya.

  • Ajak bermain gerak

    Bila bayi sudah memungkinkan untuk bergerak lebih lincah, ajak bayi Anda bermain gerak yang memaksa bayi menggerakkan anggota tubuhnya. Misalnya, Anda bisa menggantungkan mainan di atas bayi Anda yang tengah berbaring. Tarik ulur mainan tersebut agar ia terpancing untuk meraihnya. Ia akan menjulurkan tangannya untuk menangkap mainan yang tengah Anda pegang. Aktivitas seperti ini membantu untuk menstimulus kerja otak kanan dan otak kiri bayi Anda.

  • Bermain kreatif

    Untuk kegiatan yang satu ini diperuntukkan bagi bayi yang berusia 9-12 bulan. Di usianya tersebut, ia sudah bisa mengenali suara Anda dan sedikit banyak bisa mengerti instruksi Anda. Anda bisa mengajaknya bermain menyusun balok lalu kemudian meruntuhkannya kembali, melempar bola plastik ukuran kecil, menggambar atau sekedar mencoret-coret kertas gambar dengan berbagai warna dan bentuk, atau juga bermain tepuk-tepuk tangan sambil Anda memintanya untuk bernyanyi. Aktivitas seperti itu akan membantu menstimulus otaknya untuk belajar mengenal perintah atau instruksi dari Anda secara lebih jelas.

Demikian informasi seputar senyuman bayi dan tips-tips yang bisa Anda lakukan untuk merangsang sistem motoriknya. Sistem motorik yang baik dan sehat tentu akan menghasilkan senyum yang menggemaskan pula dari bayi Anda.

Sumber : http://informasitips.com/kapan-bayi-pertama-kali-tersenyum



Baca juga
  » 11 Desember 2014
Tanda-tanda dan Tahapan Persalinan Normal
Apa saja hal yang perlu Anda perhatikan menjelang persalinan?

  » 29 Agustus 2014
Mengatasi Anak yang Sulit Diatur
Apa yang perlu dilakukan orang tua dalam menghadapi kondisi seperti itu?

  » 30 Juli 2014
Tips Memilih Baju Bayi Lucu Perempuan
Berikut Beberapa Tips untuk Memilih Baju Bayi Lucu Perempuan

  » 28 Juni 2014
Cara Memilih Baju Muslim Anak Perempuan yang Nyaman
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat Membeli Baju Muslim Anak Perempuan

  » 27 Juni 2014
Tips Memilih Jaket Bayi Laki-Laki
Apabila anda tertarik untuk memilih jaket untuk anak laki-laki anda, berikut ini adalah tips yang bisa anda terapkan