Baju Bayi Perempuan
Baju Bayi Lucu | Perlengkapan Bayi |Pakaian Bayi|Toko Baju Bayi
Pin BB : 2B3DFFC7
News

Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya

17 September 2012


Semua Ibu mengetahui bahwa menyusui atau memberikan Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik untuk bayi mereka. ASI selain sebagai sumber nutrisi untuk bayi, juga dapat meningkatkan kecerdasan anak, daya tahan tubuh dan jalinan kasih sayang antara ibu dan anak.

Aneka masalah menyusui dan cara mengatasinya

Tapi ternyata menyusui tidak semudah yang diperkirakan, ada banyak masalah yang menyertainya. Banyak Ibu yang mengeluh karena ASI keluar sedikit, mengalami puting yang pecah – pecah, payudara bengkak dan lain sebagainya.

Masalah-masalah tersebut biasanya dialami oleh para Ibu muda yang kurang informasi atau belum berpengalaman. Hal ini membuat mereka sedih dan kecewa karena keinginan untuk ASI sebagai makanan terbaik untuk bayi tidak bisa berjalan mulus.

Apakah Anda termasuk Ibu baru yang memiliki masalah seperti di atas? Sebenarnya apa saja sih masalah-masalah menyusui dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak lebih lanjut artikel ini agar menyusui menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi Anda dan bayi Anda.

  1. ASI belum keluar juga beberapa hari setelah melahirkan

    Bayi yang baru dilahirkan bisa bertahan 2 X 24 jam tanpa cairan. Perlu diketahui ukuran lambung bayi baru lahir hanya sebesar kelereng. Sebaiknya walaupun ASI belum keluar, jangan berikan cairan lain karena sebetulnya bayi masih membawa cadangan makanan dari rahim. Apabila Anda memberikan cairan lain sebelum ASI lewat botol misalnya, ada kemungkinan bayi Anda akan sulit menerima ASI dan menolak payudara Anda.

    Cara mengatasi:

    Dekatkan puting susu ke mulut bayi dan pandu bayi untuk menyusu sambil Anda mendekap hangat tubuhnya. Kontak kulit dan keterlibatan emosi antara Ibu dengan bayinya bisa merangsang ASI keluar lebih cepat. Bersabarlah dan terus berikan rangsangan agar ASI bisa keluar dengan melakukan teknik pelekatan mulut bayi (latch on) yang benar pada payudara. Kenyamanan yang diperoleh bayi pada saat menyusui dapat memperlancar proses menyusui itu sendiri.

  2. Payudara bengkak

    Hal ini biasanya terjadi antara 2 – 3 hari setelah Anda melahirkan. Ini merupakan tanda bahwa ASI mulai berproduksi dan terjadi peningkatan aliran darah ke payudara Anda. Tentu saja hal ini akan membuat Anda tidak nyaman karena merasa kesakitan dan kadang gangguan ini juga membuat Anda terserang demam.

    Cara mengatasi:

    Sering-seringlah menyusui bayi Anda, usahakan sampai payudara terasa kosong. Jangan pakai BH yang ketat dan kompres air dingin bila diperlukan untuk membantu mengurangi sakitnya.

  3. Infeksi payudara

    Masalah menyusui ini juga dikenal dengan nama mastitis. Mastitis pada umumnya merupakan kelanjutan dari payudara yang membengkak, terjadinya benjolan dan tidak ditangani secara tuntas. Biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah melahirkan karena adanya infeksi bakteri, kurangnya ASI yang dikeluarkan (sehingga menyebabkan sumbatan saluran susu) dan pemakaian BH yang terlalu ketat. Tanda-tandanya, payudara yang membengkak dan kemerahan, Anda terserang demam dan merasa lemah.

    Cara mengatasi:

    Jangan hentikan proses menyusui! Tetaplah sering menyusui bayi. Atasi masalah ini dengan mengkompres payudara Anda dengan air hangat dan berikan pijatan ringan pada payudara yang bengkak. Jika mastitis tidak segera diatasi atau tidak ditangani dengan baik, maka bisa mengakibatkan payudara abses atau timbul nanah pada payudara. Bila hal ini terjadi sebaiknya Anda segera ke dokter untuk penanganan yang tepat karena mungkin memerlukan tindakan bedah.

  4. Payudara “bocor”

    Ikatan batin antara seorang Ibu dengan bayinya begitu kuat, hanya dengan mendengar tangisannya saja payudara seorang Ibu bisa “bocor” mengeluarkan ASI. Hal ini juga bisa terjadi apabila payudara terlalu penuh dengan ASI.

    Cara mengatasi:

    Berikan ASI secara teratur kepada bayi Anda. Saat ini juga banyak dijual breast pad atau penyerap ASI yang bisa Anda selipkan di dalam bra untuk mencegah terjadinya kebocoran. Jika produksi ASI Anda berlebihan, Anda dapat memerahnya dan menyimpannya untuk diminumkan nanti.

  5. Puting susu yang pecah – pecah dan berdarah

    Puting susu yang lecet terlihat retak-retak dan disertai pendarahan tentu membuat nyeri payudara. Apabila hal ini terjadi, cek kembali bagaimana pelekatan antara Anda dan bayi, kemungkinan ini terjadi karena adanya kesalahan dalam posisi menyusui. Mulut bayi Anda harus terbuka lebar agar ia dapat mengisap puting dan juga areola (bagian hitam) payudara Anda.

    Jika bayi Anda tidak menyusu dengan benar, maka bayi tidak akan mendapatkan seluruh ASI yang dibutuhkan, sementara Anda juga akan mengeluhkan puting yang lecet dan nyeri. Puting lecet juga disebabkan kesalahan Ibu yang menarik puting saat masih berada dalam mulut bayi, tarikan paksa ini akan membuat puting jadi lecet.

    Cara mengatasi:

    Untuk sementara puting susu yang sakit dapat diistirahatkan dan biasanya akan sembuh dalam 2 hari. Tetap berikan ASI dari payudara yang tidak sakit. Anda bisa mengobatinya dengan mengoleskan ASI di bagian yang sakit, sebaiknya hindari penggunaan sabun dan obat seperti salep atau krim. Untuk mempercepat kesembuhan puting yang lecet sebaiknya Anda tidak mengenakan bra dan sering membiarkan payudara dalam keadaan terbuka/diangin-anginkan agar lukanya cepat kering. Sebaiknya juga tidak mebersihkan payudara yang lecet dengan sabun saat mandi. Karena ini justru akan membuat puting semakin kering dan semakin sakit.

  6. ASI kurang atau sedikit

    Pada umumnya hal ini terjadi apabila Anda terlalu kelelahan dan mengalami stress. Jika payudara penuh dan ASI tidak dikeluarkan maka akan membentuk zat yang dapat menghentikan produksi ASI, sehingga ASI akan semakin sedikit, terus berkurang dan akhirnya akan habis. Tenangkan emosi dan berpikirlah positif. Jika Anda khawatir si kecil tidak mendapatkan ASI yang memadai, berkonsultasilah dengan dokter atau konselor laktasi Anda.

    Cara mengatasi:

    Atasi masalah ini dengan cara membenahi gaya hidup, beristirahat yang cukup, rajin berolahraga dan banyak mengkonsumsi menu sehat seimbang yang bergizi. Banyak juga Ibu yang mengalami hal ini pada masa awal menyusui. Tapi, berkat ketekunan Ibu terus menyusui si kecil dan latihan teknik menyusui dan memerah ASI yang benar (dengan tangan atau bantuan pompa ASI), ASI keluar banyak dan lancar.



Ibu menyusui tak hanya perlu tahu bahwa ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Ibu menyusui juga perlu tahu bahwa menyusui merupakan sebuah proses dan usaha yang menuntut perjuangan dan kesabaran seorang Ibu agar bisa memberikan yang terbaik bagi putra-pu trinya. Satu hal yang perlu diingat, menyusui tidak selamanya berjalan mudah dan lancar. Tak jarang berbagai masalah muncul tanpa diduga, dan tentunya bisa menghambat kelancaran proses menyusui bila tidak diatasi. Untuk itu, Ibu menyusui juga perlu mengerti tentang seluk-beluk menyusui termasuk berbagi masalah yang sering dihadapai dan bagaimana cara mengatasinya. Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel Aneka Masalah Menyusui dan Cara Mengatasinya (1). Temukan jawaban atas berbagai masalah menyusui di sini dan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Masalah menyusui dan solusi mengatasinya

  1. Ibu Kelelahan
    Salah satu masalah yang bisa menghambat kelancaran proses menyusui adalah kelelahan akibat ibu sering terbangun malam menyusui dan capek karena seharian telah mengurus bayi. Kelelahan bisa membuat produksi ASI semakin sedikit (seperti yang disebutkan di atas) dan parahnya lagi bisa membuat Ibu jatuh sakit bila dibiarkan terus-menerus.

    Cara mengatasinya:
    Meskipun Anda ingin mengurus dan merawat bayi dengan tangan Anda sendiri, tak ada salahnya juga meminta bantuan orang yang bisa membantu Anda mengurus bayi sehari-harinya. Setidaknya meminta orang untuk membantu pekerjaan rumah, memasak atau membantu menyiapkan keperluan Anda dan bayi Anda. Cara ini akan sangat membantu Andigda terhindar dari kelelahan yang teramat sangat saat mengurus bayi. Saat siang seharian Anda mengurusi dan merawat bayi, saat malam pun bayi sering terbangun untuk menyusu. Hal ini juga dapat memicu timbulnya kelelahan dan ibu menjadi kurang tidur (istirahat). Bila memang bayi sering meminta untuk disusui saat terbangun malam hari, cobalah untuk tetap menyusui bayi dalam posisi menyamping (sambil tidur bayi di samping Anda). Dengan cara seperti ini, Anda dapat menyusu sambil tertidur dan bayi pun akan tertidur saat ia sudah kenyang menyusu.

  2. Puting susu datar atau rata

    Gangguan bawaan yang berupa pendeknya saluran susu ini dapat menyebabkan puting susu ke dalam atau terbenam. Isapan bayi yang kuat adalah hal paling efisien untuk memperbaiki keadaan ini.

    Cara mengatasi:

    Biarkan bayi mengisap sedini mungkin. Coba berbagai posisi menyusui untuk mendapatkan keadaan yang paling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Rangsang puting untuk keluar dengan cara menarik perlahan agar puting susu keluar dengan jari tangan, tahan selama beberapa menit. Sebaiknya lakukan rangsangan ini sebanyak 2 kali dalam sehari.

    Latihan penarikan puting bisa dimulai saat kehamilan berusia di atas 5 bulan. Sebab kalau dilakukan di bawah usia kehamilan 5 bulan dapat merangsang rahim untuk berkontraksi. Anda juga bisa menggunakan alat bantu seperti nipple shields.

  3. ASI tersumbat

    Tandanya: payudara sudah terasa sangat penuh, sakit saat disentuh, terlihat bengkak dan terasa ada benjolan-benjolan jika diraba.

    Cara mengatasi:

    Jika memungkinkan segera susui bayi Anda atau perah ASI yang berlebih dengan tangan agar payudara terasa lebih ringan. Kompres dengan air hangat dan dingin bergantian untuk mengurangi rasa sakit. Sering-seringlah memberikan pijatan pada payudara Anda. Berikan payudara bergantian kepada bayi Anda agar keduanya kosong.

  4. Bayi tidak mau menyusu
    Bayi tidak ingin menyusu langsung dari payudara merupakan salah satu masalah yang juga sering terjadi dan tentunya dapat mengganggu keberhasilan menyusui. Biasanya bayi yang seperti ini adalah bayi yang sebelumnya telah diperkenalkan dengan cara menyusu selain dari payudara misalnya dari dot. Wajar bayi yang sudah kenal dot lebih memilih menyusu dari botol karena mekanisma menghisap dari dot dan payudara berbeda. Bila dari payudara mulut bayi harus terbuka dan menempel dengan benar. Bayi juga harus bekerja lebih ekstra dengan menghisap payudara lebih kuat dibandingkan saat ia menyusu dengan dot. Hal inilah yang terkadang membuat bayi kurang menyukai menyusu langsung pada payudara Ibu.

    Cara mengatasinya
    Cara paling ampuh untuk mengatasinya adalah dengan tetap terus mencoba, dan mencoba memberikan ASI langsung kepada bayi. Jangan menyerah meskipun bayi menolak. Anda juga bisa mencoba menyusui bayi langsung dari payudara saat ia tertidur. Dekap bayi dan perbanyaklah sentuhan kulit ke kulit (skin to skin) agar bayi merasakan kehangatan dan kenyamanan menyusu dalam dekapan ibu. Bersabar dan cobalah terus perlahan-lahan (jangan dipaksa). Perhatikan pula apakah bayi menyusu karena tidak suka ASI. Bila ini yang terjadi ada kemungkinan Anda memakan sesuatu yang membuat rasa ASI menjadi tidak enak.

    Memang tidak gampang mengatasi masalah bayi tidak mau menyusu. Yang dibutuhkan selain kesabaran adalah tetap terus mencoba.

  5. Puting digigit

    Sebagian besar Ibu muda mungkin pernah mengalami hal ini di awal-awal masa menyusui. Penyebabnya adalah karena areola atau daerah hitam payudara tidak masuk ke mulut bayi, menyebabkan bayi hanya mengisap puting dan kesulitan mendapatkan ASI. Akibatnya bayi pun berusaha menyedot dengan kuat sambil menggigit, dan puting pun akan terluka. Bayi juga terkadang menggigit saat menyusui bila giginya sudah tumbuh.

    Cara mengatasi:

    Lepaskan gigitan bayi dengan lembut dengan cara meletakkan kelingking Anda yang bersih di antara mulut bayi dan bagian samping payudara. Atau tekan dagunya ke bawah agar gigitannya lepas. Segera kompres puting yang luka dengan kain lembut yang direndam air hangat. Keringkan luka gigitan dengan banyak membiarkan payudara di udara terbuka. Bila terlihat tanda infeksi di bekas gigitan segera hubungi dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan antibiotika dan obat pengurang rasa sakit.

  6. Ibu yang bekerja

    Sebagian besar alasan Ibu untuk berhenti menyusui adalah karena harus kembali bekerja setelah masa cuti melahirkan berakhir. Hal ini bukanlah alasan untuk tidak memberikan ASI secara ekslusif kepada buah hati karena sebenarnya Anda bisa kembali bekerja sambil tetap terus memberikan ASI kepada bayi.

    Cara mengatasi:

    Sebelum berangkat kerja sempatkan untuk menyusui bayi Anda. Apabila bayi sudah kenyang dan ASI berlebih, Anda bisa memerah ASI dan menyimpannya di lemari pendingin untuk persediaan di rumah untuk bayi. Semua peralatan untuk memerah ASI harus disterilkan terlebih dahulu. Usahakan untuk santai dan bila perlu kompres atau berikan pijatan lembut pada payudara Anda agar ASI dapat keluar dengan lancar.

    ASI perah bisa tahan sampai 4 jam di suhu ruangan dan 48 jam dalam lemari pendingin atau kulkas. Jangan lupa untuk mencantumkan label seperti tanggal dan jam ASI dipompa atau diperah. Hangatkan jumlah ASI yang dibutuhkan dengan cara merendam botol berisi ASI di dalam wadah yang berisi air panas (bukan air mendidih). Ingatlah bahwa ASI yang sudah dihangatkan tidak bisa disimpan lagi.

    Karena Anda bekerja di pagi hari, Anda juga bisa mengubah jadwal pemberian ASI secara langsung kepada bayi Anda menjadi saat malam hari. Pastikan makanan dan minuman yang Anda konsumsi adalah menu sehat seimbang yang mengandung banyak gizi.

    Ada juga kantor yang pro (mendukung) aktivitas menyusui dengan menyediakan tempat khusus bagi Ibu untuk dapat memerah ASI. Bila Anda sudah kembali bekerja, Anda bisa memerah susu saat di kantor bila payudara terasa penuh. Jangan dibiarkan begitu saja, pompa dan simpan ASI dalam tempat khusus agar produksi ASI tetap banyak dan lancar. ASI yang sudah diperah dapat diantarkan untuk bayi ke rumah dengan bantuan jasa kurir ASI.




Baca juga
  » 11 Desember 2014
Tanda-tanda dan Tahapan Persalinan Normal
Apa saja hal yang perlu Anda perhatikan menjelang persalinan?

  » 29 Agustus 2014
Mengatasi Anak yang Sulit Diatur
Apa yang perlu dilakukan orang tua dalam menghadapi kondisi seperti itu?

  » 30 Juli 2014
Tips Memilih Baju Bayi Lucu Perempuan
Berikut Beberapa Tips untuk Memilih Baju Bayi Lucu Perempuan

  » 28 Juni 2014
Cara Memilih Baju Muslim Anak Perempuan yang Nyaman
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan saat Membeli Baju Muslim Anak Perempuan

  » 27 Juni 2014
Tips Memilih Jaket Bayi Laki-Laki
Apabila anda tertarik untuk memilih jaket untuk anak laki-laki anda, berikut ini adalah tips yang bisa anda terapkan