Manfaat Makanan Seimbang pada Ibu Hamil
7 Desember 2010Asupan gizi yang optimal dari makanan seimbang dan proporsional merupakan faktor esensial bagi optimalisasi tumbuh kembang janin di dalam rahim. Dengan kata lain, asupan gizi yang seimbang menjadi kondisi yang ”wajib” ada pada seorang ibu hamil. Mengapa?
Kekurangan gizi pada masa kehamilan bisa menyebabkan bayilahir dengan berat badan di bawah normal. Kondisi semacam ini sangat berisiko bagi perkembangan si kecil di kemudian hari. Selain ancaman kematian, kekurangan gizi bisa menghambat perkembangan fisik dan mental bayi.
Menurut para pakar kesehatan, kekurangan gizi yang berlangsung lama, akan menyebabkan jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini selanjutnya akan memengaruhi perkembangan kecerdasan anak.
Ibaratnya, janin itu adalah “tumbuhan parasit” yang menggantungkan kebutuhannya pada pohon tempat dia menumpang. Dia bisa bertahanhidup dengan cara mengambil makanan dari ibu secara total.
Bahan-bahan nutrisi seperti asam amino, vitamin-vitamin, zat besi, kalsium, fosfor, yang ada dalam tubuh ibu sebagian akan berpindah ke dalam tubuh janin melalui perantaraan plasenta. Itulah sebabnya, seorang ibu hamil harus benar-benar memperhatikan asupan makanannya.
Terlebih kalau melihat adanya ”standar minimal” bahwa dalam waktu sembilan bulan masa kehamilan, seorang ibu harus “menghasilkan” bayi dengan berat minimal 2500 gram. Artinya, pertambahan berat badan ibu harus berkisar antara 10-12 kg dari berat badan normal.
Agar kondisi ini bisa tercapai, asupan makanan yang dikonsumsi ibu harus beragam, seimbang, dan proporsional. Ibu hamil dianjurkan untuk memperbanyak mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, asparagus, brokoli, dan buah-buahan segar, serta mengonsumsi beberapa organ tubuh hewan, seperti hati.
Pada bahan-bahan makanan ini terkandung banyak asam folat (folic acid) yang termasuk golongan vitamin B. Asam folat berperan penting dalam proses pembentukan sel-sel darah merah atau eritrosit dan untuk perkembangan sistem saraf. Pada saat hamil, kebutuhan asam folat meningkat pesat, antara 800 mikrogram hingga 1 miligram perharinya.
Kekurangan asam folat akan menimbulkan anemia megaloblastik. Gejalanya sama seperti anemia pada umumnya, yaitu lesu, mudah lelah, kurang darah, napas pendek, nafsu makan hilang, sakit kepala, cepat ngantuk, dan gejala-gejala lainnya.
Secara umum, konsumsi makanan ibu hamil harus mewakili tigagolongan zat gizi utama, yaitu sebagai berikut.
1. Protein (sejumlah 10-15 persen)
Protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pemelihara sel-sel tubuh, sekaligus menjadikan rahim sebagai tempat yang ideal bagi optimalisasi tumbuh kembang janin. Protein bisa didapatkan dari susu, daging, ikan, hati, tahu, tempe, kacang hijau, kacang-kacangan, dan lainnya.
2. Lemak (sejumlah 20-25 persen)
Lemak akan difungsikan tubuh sebagai cadangan dan sumber energi yang besar; pelarut berbagai vitamin; pelindung organ vital tubuh, dan pembentuk jaringan. Pada ibu hamil, pemenuhan kebutuhan lemak memiliki manfaat tambahan lain, yaitu tubuh dapat mengolahnya sebagai cadangan energi untuk menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan, sekaligus membantu proses pembentukan ASI. Lemak bisa kita dapatkan dari minyak zaitun, minyak kedelai, daging, telur, mentega, keju, pisang, dan lainnya.
3. Karbohidrat (sejumlah 50-60 persen)
Karbohidrat (hidrat arang) merupakan sebagai sumber tenaga yang memungkinkan tubuh menjalankan berbagai aktivitas. Sumber utama karbohidrat adalah beras, roti, makaroni, kentang, tepung beras, terigu, havermut, jagung, ubi, dan lainnya.
Selain tiga golongan nutrisi utama tersebut, ibu hamil pun membutuhkan tambahan zat gizi dalam bentuk vitamin dan mineral. Keduanya berfungsi sebagai sumber pengatur, yaitu mengatur penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh sehingga proses kemahilan bisa berjalan secara optimal.
Sumber utama vitamin dan mineral adalah sayur-sayuran, semacam bayam, kangkung, labu siam, buncis, wortel, oyong, dan lainnya; serta buah-buahan, semacam pepaya, jambu biji, jerus, avokat, pisang, melon, apel, dan sebagainya.
