Pertumbuhan Bayi Sehat
22 Desember 2010Salah satu tanda bahwa bayi Anda sehat adalah pertumbuhan. Perubahan tinggi dan berat bayi Anda adalah indikator penting yang menandai keseluruhan kesehatan.
Itulah sebabnya ketika bayi Anda masih sangat kecil, dia sering ditimbang. Kurangnya pertumbuhan terkadang merupakan tanda bahwa bayi sakit, atau tidak makan dengan baik. Gizi yang kurang akan mempengaruhi kesehatan di kemudian hari. Tapi kenaikan berat badan yang sehat merupakan tanda yang baik – bayi yang tumbuh dengan baik kemungkinan besar sehat.
Untuk selanjutnya, karena pertumbuhan bayi dan batita cenderung menurun, tidak perlu sering menimbang badan. Akan tetapi, berat dan tinggi badan biasanya diukur ketika Anda membawa anak Anda untuk periksa kesehatan rutin di klinik KIA atau dokter.
Terdapat variasi besar untuk berat dan tinggi badan yang dianggap normal pada bayi yang baru lahir. Berat rata-rata adalah antara 2,5-4,5 kg (5lb 8oz sampai 9lb 12oz), dan tinggi rata-rata bervariasi antara 48-51 cm (19-20 inci) – dan banyak bayi yang sehat berat badannya kurang atau lebih dari angka-angka tersebut tanpa ada masalah.
Bayi biasanya kehilangan berat badan di hari-hari pertama setelah kelahiran – sekitar 10 persen dari berat lahir masih dianggap tidak apa-apa. Ini disebabkan oleh kehilangan kotoran (mekonium) melalui pup dan urin yang merupakan hal yang wajar. Anda dapat mengharapkan bayi Anda memperoleh kembali berat lahirnya di sekitar hari ke-10. Banyak bayi yang sehat membutuhkan waktu yang lebih lama.
Berat badan bayi meningkat secara tidak teratur. Terutama sekali pada bayi yang disusui. Bila dirata-rata, peningkatan berat badan berkisar pada 150-200 g per minggu, biasanya melambat setelah usia tiga bulan dan menjadi lebih lambat lagi setelah enam bulan. Tentu saja ada waktu dimana bayi Anda mengalami dorongan pertumbuhan yang cepat dan mengalami kenaikan berat badan atau tumbuh lebih dari biasanya.
Bayi Baru Lahir Anda: Masalah Pertumbuhan
Biasanya perhatian paling besar tehadap berat badan bayi terjadi di minggu-minggu dan bulan-bulan pertama bayi. Ini dapat dimengerti. Pertumbuhan yang kurang baik bisa merupakan tanda dari makan yang kurang baik; bayi yang berkembang pelan atau tidak sama sekali mungkin saja sakit. Jika bayi anda tidak tumbuh dengan baik:
- Periksakan metode pemberian makan Anda. Bayi yang disusui perlu diposisikan dengan tepat pada payudara untuk memastikan mereka menyedot dengan efisien. Ini berarti Anda akan menghasilkan susu yang lebih banyak untuk mereka dan mereka minum lebih banyak. Bayi yang disusui dengan botol bisa tumbuh dengan lebih baik jika dia diberikan susu lebih sering dalam jumlah lebih kecil.
- Anda mungkin akan ditanya mengenai perilaku dan perkembangan bayi Anda. Bayi yang sangat mengantuk, yang terlihat tidak antusias pada saat makan mungkin perlu lebih sering dibangunkan dan diberikan susu.
- Kurangnya kenaikan berat badan yang terus berlangsung mungkin perlu diperiksa secara khusus untuk mengetahui apa penyakit atau kondisi yang menyebabkannya.
Penimbangan yang akurat itu penting. Timbangan yang paling baik adalah yang elektronik dan hendaknya diperiksa secara teratur. Jika bisa, selalu timbang bayi Anda pada timbangan yang sama.
Beberapa bayi butuh waktu untuk mulai meningkatkan berat badan – seringkali ini bukan merupakan masalah yang serius. Tetapi hendaknya tidak diabaikan.
Bayi Anda yang Sedang Berkembang: Masalah Pertumbuhan
Pada bayi yang berumur di atas tiga bulan, kecepatan pertumbuhannya seringkali menurun. Juga hal biasa pada bayi untuk melambat di sekitar lima sampai enam bulan, ketika mereka mulai makan makanan padat.
Makanan pertama bayi Anda sering kali lebih rendah kalorinya dibandingkan dengan ASI atau susu formula, dan hidangan wortel rebus mungkin kelihatannya mengenyangkan bayi Anda tetapi dia tidak memperoleh kalori sebanyak yang dia peroleh ketika dia minum susu botol atau disusui.
Jadi, jika Anda kuatir tentang kenaikan berat bayi anda, adalah hal yang bijaksana untuk mengurangi makanan padatnya dan meningkatkan asupan susu – dengan menyusui lebih sering atau memberi lebih banyak susu botol.
Bicarakan pada tenaga kesehatan profesional dan ikuti saran mereka apakah Anda perlu melakukan sesuatu secara berbeda.
Sumber : enformasi.com
Baca juga
5 Cara Mengatasi Pilek pada Bayi yang Mudah Dilakukan
Bolehkah Bayi 4 Bulan Diberdirikan?
Penyebab Ruam Popok dan Cara Mengatasinya
JADWAL MAKAN BAYI 6 BULAN (MPASI) DALAM SEHARI
Cara merawat kulit bayi





